Andy Padukan Bunga, Ijuk Sapu dan Bambu

Seorang laki - laki berpakaian serba hitam secara cekatan merangkai ijuk sapu ke dalam pot. Pada ijuk sapu ditancapkan bunga - bunga merah marun. Sisi pot yang masih kosong ia isi bunga - bunga yang berlainan warnanya. Andy Djati Utomo, laki - laki itu dikenal sebagai Professional Floral Artist.


Andy juga ketua dewan pimpinan pusat Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) menjadi tamu utama seminar bertajuk Green Indonesia di Restoran de Koning Jalan Pemuda, Semarang. Titik Mandagi, peserta seminar itu dibuat kagum oleh hasil kreasi paduan bunga dan ijuk sapu Andy.

Nama Andy dikenal oleh pecinta bunga di tanah air, bahkan Singapura, Makau dan Bejing. Sarjana Interior Universitas Trisakti ini aktif di IPBI pusat sejak tahun 2000 sebagai sekretaris.

Namanya terangkat sejak tahun 1997 ketika menjuarai lomba merangkai bunga nasional. Prestasi terbesarnya adalah "bronz leaf medal" dari Stichtingkunst Boek, Belgia, yang menempatkannya pada posisi ketiga diantara 158 perangkai bunga seluruh dunia.

Menurut Andy, seminar Green Indonesia yang diadakan IPBI Jateng berupaya mendongkrak popularitas bunga - bunga lokal yang selama ini kalah bersaing dengan bunga - bunga impor. Sesi praktik seminar tersebut pun memakai bahan - bahan yang dibeli dari pedagang di Gang Baru, Pecinan serta swalayan di Semarang. Bahan - bahan tersebut berupa cabai, buah dan bumbu - bumbu.

"Semarang sebenarnya mempunyai potensi, masyarakatnya kreatif dan antusias, keberadaan bahan pun mendukung, namun orang sini masih pemalu" kata Andy. "Saya dua kali menjadi pembicara di Semarang, kali ini peserta terlihat lebih antusias," tambahnya.

Selan seminar, DPD IPBI Jateng juga mengadakan musyawarah daerah nuntuk memilih ketua yang baru periode 2013 - 2017. Lili Gondokusumo terpilih sebagai ketua menggantikan Endang Soekarno yang sudah menjabat dua periode. Pengangkatan Lili dilakukan langsung oleh Andy selaku DPP IPBI.

Andy berpesan agar Lili terus mensosialisasikan kegiatan merangkai bunga kepada masyarakat. Menurutnya hobi semacam ini berpeluang besar dijadikan profesi mengingat kebutuhan masyarakat akan bunga rangkai. Selain itu, sumber daya manusia yang bergelut dengan profesi ini masih sedikit.

0 Response to "Andy Padukan Bunga, Ijuk Sapu dan Bambu"

Posting Komentar